cahaya : pikiran tenang : masa depan
2008
Dan cahaya dihadapanku, cahaya dibelakangku, cahaya disebelah kananku, cahaya disebelah kiriku, cahaya diatasku dan cahaya dibawahku.
Ya Allah, tambahkanlah cahaya kepadaku, berikanlah cahaya kepadaku dan jadikanlah cahaya bagiku dan jadikanlah diriku cahaya.
Do’a,
Nyangka ga kalau Do’a tersebut adalah Do’a memohon pikiran tenang? Kemaren malem, nemu di buku kumpulan Do’a yang biasa dibawa nyokap ke pengajian. Gara-garanya, saya kebanyakan nanya ke nyokap soal masa depan uhuk.. uhuk.. makanya beliau nunjukkin Do’a itu ke saya..
Tetapi kemudian membacanya membuat saya meraba-raba pikiran saya. Bercahayakah saya? Tenangkah saya? hmmmm..
Saya pikir pasti ada hubungan diantara cahaya dengan pikiran tenang. Akhirnya saya pun mencoba untuk mencari korelasi diantara keduanya. Kesimpulan paling sederhana menurut saya (setelah membaca dan menela’ah berbagai sumber taelaaahhh bahasaaa looo!) adalah bahwa cahaya yang merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elektromagnetik bisa dilihat dengan mata; dan dapat bergerak lurus ke semua arah, maka apabila cara kerja pikiran kita, kita usahakan tetap ‘lurus’ untuk berbagai macam hal pastilah dapat membawa perasaan tenang dalam diri kita. Dan selain itu, cahaya pun dapat dipantulkan, sehingga memungkinkan kita memantulkan refleksi ketenangan tersebut untuk orang-orang disekeliling kita.
Dalam hati, saya merasa bahwa untuk saat sekarang ini, mungkin ‘cahaya’ saya belum terlalu terang, sehingga pikiran saya pun belum terlalu tenang. Saya masih sering berbelok-belok menjalani hidup tetapi untungnya berbelok pun sedikit saja eh langsung keinget salah jalan, terus jadi muter-balik.. Capek juga sih, tiap kali kudu muter balik, padahal tahu kalo belok bakalan nyasar hehehehe.. Ahhh mungkin sudah saatnya juga saya mengikuti langkah seseorang yang bisa berjalan lurus tentunya, mengarungi hidup ini duhh bahasaaaa loooo plissss deeehhh
tuuuuhhh kannnnn ngomongin masa depan lagiiiii.. *kaboooooorr*


comments