cahaya : pikiran tenang : masa depan

Posted by: ryane   
June 6th,
2008
Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam kalbuku, cahaya dalam kuburku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam rambutku, cahaya dalam kulitku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku dan cahaya dalam tulang-tulangku.
Dan cahaya dihadapanku, cahaya dibelakangku, cahaya disebelah kananku, cahaya disebelah kiriku, cahaya diatasku dan cahaya dibawahku.
Ya Allah, tambahkanlah cahaya kepadaku, berikanlah cahaya kepadaku dan jadikanlah cahaya bagiku dan jadikanlah diriku cahaya.

Do’a,
Nyangka ga kalau Do’a tersebut adalah Do’a memohon pikiran tenang? Kemaren malem, nemu di buku kumpulan Do’a yang biasa dibawa nyokap ke pengajian. Gara-garanya, saya kebanyakan nanya ke nyokap soal masa depan uhuk.. uhuk.. makanya beliau nunjukkin Do’a itu ke saya..

Tetapi kemudian membacanya membuat saya meraba-raba pikiran saya. Bercahayakah saya? Tenangkah saya? hmmmm..

Saya pikir pasti ada hubungan diantara cahaya dengan pikiran tenang. Akhirnya saya pun mencoba untuk mencari korelasi diantara keduanya. Kesimpulan paling sederhana menurut saya (setelah membaca dan menela’ah berbagai sumber taelaaahhh bahasaaa looo!) adalah bahwa cahaya yang merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elektromagnetik bisa dilihat dengan mata; dan dapat bergerak lurus ke semua arah, maka apabila cara kerja pikiran kita, kita usahakan tetap ‘lurus’ untuk berbagai macam hal pastilah dapat membawa perasaan tenang dalam diri kita. Dan selain itu, cahaya pun dapat dipantulkan, sehingga memungkinkan kita memantulkan refleksi ketenangan tersebut untuk orang-orang disekeliling kita.

Dalam hati, saya merasa bahwa untuk saat sekarang ini, mungkin ‘cahaya’ saya belum terlalu terang, sehingga pikiran saya pun belum terlalu tenang. Saya masih sering berbelok-belok menjalani hidup tetapi untungnya berbelok pun sedikit saja eh langsung keinget salah jalan, terus jadi muter-balik.. Capek juga sih, tiap kali kudu muter balik, padahal tahu kalo belok bakalan nyasar hehehehe.. Ahhh mungkin sudah saatnya juga saya mengikuti langkah seseorang yang bisa berjalan lurus tentunya, mengarungi hidup ini duhh bahasaaaa loooo plissss deeehhh ;)

tuuuuhhh kannnnn ngomongin masa depan lagiiiii.. *kaboooooorr*

This entry was posted on Friday, June 6th, 2008 at 2:57 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses for "cahaya : pikiran tenang : masa depan"

Firman Rissaldi

ku doain deh, moga makin terang cahayanya walaupun BBM melambung tinggi.

regsa

‘bukan kuenggan mikirkan masa depan tapi kuenggan hidupku jadi beban terkekang aturan yang menyesakkan “

hihihi.. itu lagunya Steven Coconut

ooo.. di Batam

Ryane

(mas) Firman Rissaldi:
hahahaha..
Amien!

regsa:
ooo.. ada lagunya juga toh hehehe baiklahhh..

syelviapoe3

Doa yang menyentuh sekali, mbak..

Ternyata mbak ryane ini pemikir sekali, ya…. :)

Menurutku..
Untuk menjadi tenang maka kita harus mendekatkan diri kepada Yang Memberi Ketenangan. Ada penjelasan medisnya mengenai hal ini. Karena endorfin, hormon yang memberi efek tenang baru keluar setelah (biasanya) melalui proses mis: doa, (orang2 amerika lbh suka dgn istilah yoga).
Kalo aku pribadi, mbak..lebih senang posisi sujud..Duh rasanya adem sekali. Posisi kita sebagai manusia..paling rendah di hadapan Allah SWT…dan kita merasa takut hanya padanya…:)

Tigis

Ini mendadak ngomongin cahaya krn msh trauma sama pemadaman bergilir kmrn ya :)

btw, baca doa itu koq jadi langsung inget alam kubur ya. Serem.

Leave a reply

Name (*)
Mail (*)
URI
Comment