keunggulan komparatif diri
2008
Itu sepenggal ‘obrolan ringan’ dengan bos kesayangan saya, saat jam makan siang barusan. Awal mulanya sih, kita hanya membahas mengapa tes psikologi itu tetap diperlukan saat recruitment. Saya sempat mengatakan bahwa beberapa kali tes psikologi di beberapa perusahaan untuk proses penerimaan karyawan, formulanya selalu sama. Sudah terbaca, bahkan ada buku-buku panduannya meski hanya berupa contoh saja.
Dan kebanyakan orang yang saya temui, memiliki kecendrungan untuk berusaha menjawab soal (tes psikologi) itu dengan jawaban yang sempurna. Mungkin dimaksudkan agar diterima bekerja atau lulus tes atau apalah..
Tetapi menurut si bos, salah satu fungsi tes psikologi sebenernya adalah dimaksudkan agar kita dapat mengetahui atau menemukan keunggulan komparatif dari diri kita sehingga ditemukan pada bidang apa sebaiknya kita ditempatkan. Bukan tentang benar ataupun salah. Dan saya percaya itu. Mengapa? karena menurut saya, untuk mengetahui keunggulan komparatif dari diri kita, diperlukan suatu ‘alat ukur’. Bidang studi yang mengarah kepada ‘alat ukur’ aktivitas manusia dalam bertindak maupun berfikir yah tentu saja psikologi. Tapi sebelumnya nih, mohon maaf apabila ada yang salah, maklumlah yaa saya bukanlah ahli psikologi tetapi hanya seseorang yang entah mengapa senang sekali mengolah fikiran menjadi kalimat; ehh itu ahli bahasa ya? tapi pun saya bukan hehehe entahlah.. ahli apakah saya ini (nampaknya perlu dilakukan tes psikologi nihhhhh hihihi).
Kembali ke urusan keunggulan komparatif diri tadi, ada yang memiliki kemampuan untuk meyakini orang lain, bahkan dia hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit dan orang lain itu ‘terperdaya’ dan mengikuti segala keinginannya; dilain waktu saya menemukan ada orang yang memiliki kemampuan berfikir serta bergerak untuk bermacam hal dalam satu waktu. Masih banyak contoh lain yang mungkin tanpa sadar saya temui dalam kehidupan saya sehari-hari.
Saya sendiri masih meraba-raba apa keunggulan komparatif diri saya. Mungkin mengharuskan saya keluar dari comfort zone saya, untuk menemukannya -seperti advice dari bapak bos saya tersebut. Tapi yang saya tau’ pasti adalah meski saya merupakan sosok yang riang-gembira (sanguinis) tetapi tidak berarti saya senang berada didalam keramaian, karena saya lebih senang menyendiri (melankolis) dan berkutat dengan dunia saya sendiri yang biasanya akan saya habiskan dengan membaca dan menggambar-bebas.
Pada akhir cerita, kata si bapak “kalau punya pacar lebih dari 1, bahkan 3, dalam 1 waktu itu termasuk keunggulan komparatif loh” Hahhhh?! !@#$%&^* da’ada saja bapak ini.. pengalaman pribadi yooo Pak?? hihihihihi


comments