meowing!
2008
Gara-gara melihat banyak kucing dipostingan sini, saya malah kepikiran posting tentang kucing beneran..
Adalah sekeluarga kucing yang meramaikan rumah saya entah sejak beberapa tahun yang lalu. Awalnya yang saya ingat, waktu itu saya masih awal-awal bekerja di kantor saya yang dulu. Seekor anak kucing ‘menggerayangi’ kaki saya “woohh di kawasan industri kayak gini koq ada anak kucing berkeliaran ya?!”
masih sambil terpesona.. hehehe soalnya dibilang coklat, yaaa bukan.. putih, juga bukan.. menurut saya, warnanya mirip minuman coklat kebanyakan susu.. warna yang ga biasa.. yaahhh udah kebiasaan saya juga tiap kali melihat kucing bawaannya pengen ng’gendong dan ngelus
ternyata dilihat lagi bener-bener, matanya biruuuu.. bikin si anak kucing tambah lucuuu! Tapi dimana emaknya ya? Kucing sekecil ini terdampar di kawasan industri yang penuh dengan alat berat gini!? Kasihan amattt.. sayah pun menimbang-nimbang.. bawa pulang.. ga usah.. bawa pulang.. ga usah.. ahhh sudah! Dibawa pulang saja lahhh.. daripada tertimpa alat berat disini nantinya ![]()
Akhirnya saya bawa pulang, dikasi makan, dikasi kasih-sayang juga tentunya.. Bahkan secara reguler dia saya mandikan, bulunya bersih pun berbau wangi maka dia pun boleh tidur dengan saya hehehe saya beri nama “Abelito” supaya kesan mata biru nya terasa hihihihi.. Waktu berlalu dia menjadi kucing ‘dewasa’ yang sehat; sampai suatu hari dia pulang dari bermain-main dalam keadaan meraung-raung dan sekarat.. Ada apa dengan Abelito, saya ga ngerti.. ehhh belum sempet saya bawa ke dokter hewan di kawasan tiban, Abelito mati. Saya sedih
terlanjur sayang sihhh..
Sewaktu memelihara Abelito, ada kucing liar kecil berbulu putih dengan tambahan warna coklat acak-acakan –dikira-kira sih seumuran dengan Abelito juga, yang menyedihkan dari kucing liar kecil itu adalah dia berjalan pincang krn dikaki depan kiri bagian dalam ada lubang luka menganga yang nembus hingga ke sisi depannya; entah disebabkan oleh apa.. yang saya tau luka itu sesekali mengeluarkan cairan nanah dan darah bahkan sesekali mengeluarkan bau yang tidak sedap.. Tidak tega melihat itu, tangannya saya beri betadine (sebotol gede khusus untuk dia) hihihihi bahkan dibalut dengan kain kasa huahahahaha kucing diperlakukan seperti manusia.. tapi yahh emang dasaaarr kucing, mana betah sih wara-wiri kesana-kemari dengan balutan kain kasa di kakinya
alhasil kasanya entah ketinggalan dimana.. Tidak putus asa, akhirnya saya pergunakan pengobatan ala tradisional yaitu dengan bubuk kopi
luka itu dilumuri dengan bubuk kopi supaya lekas mengering dan luka menutup.. tapi herannya, ga juga sembuh.. saya sempat menduga, jangan-jangan kucing ini mengidap penyakit diabetes hingga lukanya sulit sekali sembuh.. Dan kini 4 tahun sudah berlalu, kucing liar kecil itu telah tumbuh menjadi dewasa namun tetap dengan luka menganga yang tidak juga sembuh.. haaaa???!! Iyaaa.. lukanya masih seperti itu adanya, tapi dia semakin tumbuh besar dan sehat, di rumah, kami biasa memanggilnya dengan sebutan Pa’de! ![]()
Lama menyendiri, Pa’de akhirnya punya teman.. adalah kucing betina “o.. o..” yang berbulu 3 warna (hitam, coklat dan putih) nama sebenarnya Ringgowati
soalnya kalau diliat bener2 bentuk mukanya mirip artis Ringgo “Jomblo” *maappp!!* sedangkan untuk nama wati dibelakangnya bener-bener agar dia merasa sebagai kucing betina sajaaa *mohon maap sekali lagi*
tapi biasa dipanggil Ma’e koq.. karena dia akhirnya melahirkan 3 ekor kucing jantan yang lucu-lucu serta sehat *ya iyaaalaaahhh makanannya kucing elite begituuuu* 3 bayi kucing tersebut, sekarang sudah menjadi kucing remaja, namanya Tiger (berbulu kuning-kecoklat-an), Tiwik (berbulu abu-abu menjurus hitam, mengapa tiwik? Soalnya dimatanya ada tahi-lalat besar mirip salah satu penyanyi T2 *ya ampyuuunn mintaaa maap sekali lagiii*) dan 1 lagi bernama Gembul (berbulu putih dengan coklat yang acak-acak-an, mirip bapaknya.. emang yakin Pa’de bapaknya ya? Yooo ndak ngerti.. kucing jantan dewasa cuma dia seekor, ya dia deh oknumnya)
dan dasar yaaa kucing betina yang ganjen, belum lama melahirkan udahhh hamil lagi ajaaa.. tahap kedua; anaknya 2 ekor jantan dan betina, 2-2nya berbulu putih dengan coklat acak-acakan, ketika lahir bentuknya kecil banget mirip kue makanya namanya jadi risol untuk yang jantan dan risoles untuk yang betina dan bisa dipastikan.. tak salah lagi.. itu masih anaknya Pa’de huahahahaha..
Gara-gara punya kucing-kucing di rumah, saya jadi bisa membaca sifat-sifatnya hanya dari warna bulunya.. Ga ngerti juga saya, apa memang ada hubungan antara sifat dengan warna bulu.. Tapi setelah bertahun-tahun mantengin kucing-kucing berbagai bentuk rupa dan kelakuan baik kucing yang ada di rumah saya maupun di rumah orang lain, saya sampai pada kesimpulan sebagai berikut:
Kucing berbulu 3 warna
Cenderung sedikit galak dan sombong, namun dianggap cantik oleh lawan jenisnya yang akhirnya membuat dia menjadi primadona dikalangan kucing-kucing. Terbukti beberapa sample kucing betina 3 warna selalu dikejar-kejar kucing jantan dari berbagai warna pada musim kawin.
Kucing berbulu gelap (abu-abu ataupun hitam)
Berbakat menjadi kucing garong huahahaha soalnya entah kenapa doyan banget ngajakin berantem.
Kucing berbulu Putih seluruh badan
Kucing yang ga pedulian alias kucing cuek beibehhh.
Kucing berbulu Coklat seluruh badan
Kucing manis yang senang dimanja-manja. Sikapnya penyayang, dan selalu minta digendong atau dielus, kucing geniiiitttt ahhh
Untuk kucing yang bulunya perpaduan 2 warna, silahkan gabung sifatnya berdasarkan warna dasar huehehehehe.. ![]()
Sumpahhh dehh itu beneran.. bener-bener ngarang.. berdasarkan penglihatan mata saya terhadap kucing dewasa (kalo kucing anak-anak, sifatnya belum keliatan.. semuanya masih serba-sama; doyan tidur, malas-malasan dan bermain hihihihi), nahhh sekali lagi; mengenai hal ini ngarang doang, perlu dilakukan penelitian ilmiah lebih lanjutttt.. ya elaaahhh.. ada-ada ajaaa deehhhh..

