si kembar, teh dan susu
2010
Apa yang mungkin terlintas dalam benak bayi berumur 9 bulan, kiranya? Saya bersumpah, kalau saya tidak tahu, meski saya atau kita semua pernah menjadi seperti dirinya dan sudah tidak ingat apapun yang sempat kita pikirkan saat itu. Dan lagi, saya pun tidak mampu menerkanya, mengingat belum pernah ada seorang bayi pun lahir dari rahim saya, yang memungkinkan saya menjadi seorang Ibu untuk kemudian membesarkannya dari hari ke hari sehingga mampu membaca isyarat apapun yang ingin disampaikan seorang anak kepada Ibunya.. Mungkin belum.. Bukan tidak ada loh yaaa.. Tapi heiii STOP! ini jelas bukan tentang saya, ini tentang bayi kembar laki-laki berumur 9 bulan, tentu saja; yang bahkan nama mereka pun saya tidak tahu. Lantas??
Seorang teman-dekat mengatakan kepada saya; hanya sekilas dan seadanya kalimat, yang memang pada saat-saat biasa, tidak akan membawa pengaruh apa-apa untuk saya. Dia hanya bilang “ada nih di deket tempat tinggal gue, bayi kembar laki-laki umur 9 bulan, minumnya koq ya teh manis”. Lah emang maunya kaliii? atau kenapa yaa? namun dalam benak saya, pastilah terjadi sesuatu dengan orang-tuanya.. karena jelas, bayi atau dalam bahasa latin disebut Infant -memiliki arti unable to speak, jadi tentu saja, mana bisa dia bilang tidak mau atau tidak suka saat diberi minum teh manis yang (sejauh pengetahuan saya) jelas akan membawa pengaruh negatif pada anak-anak, apalagi pada bayi.. Dari segi gizi dan kesehatan, silahkan baca penjelasannya disini.
Sekarang lihat dari segi hati dan perasaan. Saya tidak bisa tidak kepikiran, bila sudah menyangkut segala sesuatu tentang anak-anak. Apalagi, bayi. Namun, hingga kini, saya cukup tahu diri bahwa saya memang belum mampu melakukan hal besar untuk anak-anak di seluruh dunia. Akan tetapi untuk satu hal kecil saja, mengapa saya tidak bisa?! harus bisa!! maka pada kasus si kembar ini -yang ternyata memang, himpitan ekonomi memaksa orang-tuanya memberikan teh manis kepada bayinya, membuat saya tidak perlu berfikir dua kali untuk mengiyakan rencana teman saya itu (selain memang kebetulan ada rejeki lebih bulan ini).
Susu, yang terbaik hingga saat ini adalah ASI (Air Susu Ibu) yang diberikan secara ekslusif kepada bayinya; yang menurut pendapat saya merupakan hak prerogatif seorang bayi. Mutlak. Tidak dapat diganggu gugat. Namun dalam hal apabila terjadi ketidak-mampuan seorang Ibu memberikan Air Susunya, itu adalah persoalan lain. Sama seperti kasus si kembar. Ibunya tidak bisa memberikan Air Susunya kepada mereka, karena si Ibu -well, sedang hamil 7 bulan (WHAT?!) tidak apa-apa, silahkan kaget! karena seperti itu juga lah reaksi saya pada awalnya
dan bersiaplah untuk kaget yang kedua kalinya karena menurut perkiraan bayi yang dikandungnya saat ini pun, kembar. Perempuan
Tidak ada yang salah dengan memiliki anak, hanya saja kalau dipikir-pikir ulang, mestinya tiap-tiap pasangan suami-istri, harus mempersiapkan diri dengan kehadiran anak-anaknya. Segala sesuatu harus dipertimbangkan, hal ini terkait juga dengan jumlah anak yang akan mereka miliki serta kemampuan mereka membesarkannya. Saya tidak tahu pasti bagaimana cara paling baik melakukannya (yang dengan alasan masuk akal) akan saya katakan “yaa harap maklum, saya belum menikah nih”, tetapi setidaknya saya sudah merancang kehidupan saya kelak bila saya (akhirnya) menemukan jodoh saya
Heiii.. Heii.. sekali lagi, ini bukan tentang saya, ini masih tentang si kembar 9 bulan
Nah, kini jadilah saya dengan niat paaaaling sederhana, hanya supaya si kembar tidak lagi diberi teh manis oleh Ibunya, saya sudah menenteng satu kantong plastik berisi 2 box Susu SGM-2 900 gr serta 4 box Biskuit Bayi, hmm rasanya cukup untuk bulan ini. Lalu, bulan depan? mudah-mudahan bukan cuma saya dan teman dekat saya itu, yang sudah kepikiran melakukan sesuatu untuk si kembar, melainkan orang lain yang kebetulan membaca artikel blog saya ini, lantas mencari-cari saya untuk menitipkan Susu buat si kembar
Hmmm ada kah? kabari saja, saya selalu ada disini koq..





comments