banyak maunya niy..

Posted by: ryane   
October 19th,
2006
Ternyata, saya banyak mau-nya juga ya? *baru nyadar?!*. Belum selesai saya menghantui Ibu satu ini dengan pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana membuat website keren, canggih dan dinamis (istilah mockup, keren juga yah Hanc!). Alih-alih sejak kemarin saya menemukan toko Hobby bernama “RIBBON”, sisi kreatif saya yang lain muncul juga. Dengan antusias saya *pelirak-pelirik* ngeliat hasil kerjaan tangan, mulai dari yang namanya cross stitch; knitting; pergamano; ribbon embroidery; crochet; serviette; lace-making; dan sebangsanya, ada disitu. Ahh senangnya!.
Dan beruntunglah saya, karena ternyata mereka menyediakan sarana belajar/ kursus bagi yang berminat, cepat-cepat saya mendaftarkan diri karena dari dulu saya memang kepengen banget bisa merajut dengan 2 jarum.
“Pasti kamu bilang saya mirip oma-oma deh, biarin ahh.. saya cuek beybeh aja, kalo besok-besok saya udah jago! jangan merengek minta dibuatkan syal ato sweater ato korsase ya!” Huuu.. :p
Kembali ke soal kursus knitting itu, waktu kursus nya hanya 6 hari pooolll seminggu, setiap harinya saya hanya akan belajar selama 3 jam (ngebut banget ya?), biaya belajarnya 300rb-an rupiah (masih perkiraan sih katanya), termasuk peralatan dan perlengkapan seperti jarum yang 2 tadi, benang-benang warna-warni, dll.
Kali ini kursus tersebut diperuntukkan bagi the beginner, karena hanya akan mempelajari basic-basic-nya saja. Kalau sudah bisa, akan dilanjutkan dengan pembelajaran mengenai teknik-tekniknya.
Wakwaaaawww.. saya sudah tidak sabar.
Kursus knitting itu, baru akan dibuka pada bulan Februari 2007. Bagi perempuan-perempuan (ato kalo ada yang lelaki, bolehlah! emang ada?) yang domisilinya di Batam dan berminat, ayooo kita kursus knitting bareng, iyuuukkssss.
Hmmm..
Ketika saya menuliskan postingan kali ni, tiba-tiba saya jadi kepikiran. Ternyata “mau”nya saya banyak banget, ada 8 lah kalau dibuatkan listingnya..
  1. bikin website dengan design yang keren, canggih dan dinamis;
  2. pinter merajut dengan 2 jarum serta menyulam pita;
  3. menyetir mobil dgn tidak secara ugal-ugalan lagi (ketauan baru belajar banget hihihi);
  4. melangsingkan tubuh supaya tampak aduhai (korban iklan nih!);
  5. bisa menulis novel yang kemudian booming;
  6. punya butik ala kami (barengan teman tercinta saya inih);
  7. moving out to JAKARTA;
  8. menikah (ck.. ck.. ck.. pdkt aja duluuuu)
*geleng-geleng kepala, shock*
Yah yang 8 itu juga yang lagi happening saat ini, ga tau besok.. bisa nambah jadi 9 ato 10, 11, 12, 13, dst saya ga tau deh.. Yang penting dikerjakan saja, satu-persatu dengan riang gembira yaaa!!

Kenyang semu

Posted by: ryane   
October 13th,
2006

Menu berbuka-puasa saya, dari hari kehari yang pasti (harus) ada, cukup lah…

Secangkir kopi + sekantung kecil gula + Krimer dan air panas
Kemudian pelan-pelan menyeruputnya (panas woiii!).. hmmm.. nikmat.

ng’bob nungging

Posted by: ryane   
October 9th,
2006
Sabtu pagi itu, entah kenapa (ga harus punya alasan kan?) langkah kaki membawa saya untuk bertemu ‘teman’ saya Kiky -si “mas yang mbak” itu, teman saya ini -kerja rutinnya membuat perempuan-perempuan menjadi “semakin” cantik.
Dimulai dengan sapaan hangat khas-Kiky gituuu lohh..
“jd, jij hari ini mo diapain?”
… gue mau potong rambut
“aduh say! di keriting digital aja gimana? biar sexy loh say!”
… gue dikeriting? jangan ahh repot ngurusnya!
jij kan cantik, rambut jij sepanjang itu kalau dibikin wave sedikit terus di highlight hmmm so sexy lohh” *wink-wink -banci bilang gue cantik boo’ huahahahaha*
… ga ahh, ga mauuuu
“hmmm.. coba eik liat dulu niy yaa” (sambil ngacak-ngacak rambut saya)
… diapain niy?
jij belum pernah di giniin kan?” (dia mencontohkan salah satu yang katanya style potongan rambut masa kini)
… belom, ayo deh! gue pasrah..
“Dod, mbak kita ini tolong dicuci dulu yeee” (doi menyuruh rekannya mencuci rambut saya, agar lebih mudah dipotongnya)
setelah dicuci, mulailah dia menggunting sana-menggunting sini, berlenggak lenggok (koq kyk model??) ala stylish sejati akhirnya selesai juga…
Wowww..
“ini namanya potongan ala BOB NUNGGING loh say
… apa??!!! bob nungging?
“iya lagi ngetren koq! jij liat dong, pembawa acara gosip itu (ry-where gossip can be fun!) ihh keren banget tau”
… Iya sih tapi emangnya gue artesss, gitu? plisss deh.. adoohhh..
Mau liat? Nih.. silahkan!

Shut up! don’t even think to laugh!!

de facto but (not yet) de jure..

Posted by: ryane   
October 5th,
2006
Menjawab pertanyaan “ajaib” seorang teman:

“Yan menurut lo, kalau tinggal serumah sama pacar lo gimana?”

Kalau bicara satu sisi paling sensitif bisa dibilang itu sama aja bikin dosa, mana boleh laki-laki dan perempuan yang belum menikah, hidup bersama layaknya suami-istri (ga mungkin kan, ga terjadi hal-hal yang sebenernya sama-sama “diinginkan” hihihihi) atau kalau bicara dalam konteks yang secara turun temurun masih sangat dianut oleh mayoritas masyarakat kita (Indonesia tercinta ini), tinggal bersama pasangan dan belum menikah bukanlah hal yang sopan bahkan asusila, katanya! Hiii syerem amat yah “menghakiminya”?!!

Padahal kalau mengambil keputusan tersebut atas dasar perasaan hati yang penuh cinta ituuu (terlepas dari logika), hal tersebut dianggap wajar-wajar saja. Boleh dong.. Kan cinta! Di-wa-jar-kan-sa-ja-lahh..

Buat saya, ketika seseorang telah siap dengan segala konsekuensi yang akan timbul dan merasa nyaman dengan kondisi tersebut, yah silahkan saja. Bukan masalah setuju atau tidak setuju, cuma sampai hari ini, keberanian saya untuk “hidup” serumah dengan pasangan saya (secara “illegal”) belum ada. Saya sudah cukup merasa nyaman, jika pasangan saya datang berkunjung kemudian pulang. Meskipun kemudian membuat saya tidak bisa tidur, karena teringat-ingat waktu yang tadi kami habiskan bersama, tak peduli dengan kegiatan apa.. hehehe jadi jangan tanya tadi ngapain aja ya! :P ada dehh! Hehehehe…

Nah, sebagai bahan pertimbangan.. sebelum temen tercinta saya itu terjatuh kedalam kolam susu ataupun kolam Lumpur nantinya, komen dong.. “Menurut lo gimana?”

setulus-tulusnya yang pasti ada…

Posted by: ryane   
September 21st,
2006
If there is a day
There must be a night
If there is a black
There must be a white
If there is a mistake
There must be forgiveness

Mata kadang salah melihat
Mulut kadang salah berucap
Hati kadang salah menduga
Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada

Mohon maaf lahir dan Bathin
MARHABAN YA RAMADHAN

Dance your trouble away..

Posted by: ryane   
August 22nd,
2006
Hari yang lalu, saya berbual-bual dengan seorang teman. Yeah.. we have something in common, anyway. Saya dengan status “it’s complicated” dimana-mana dan dia dengan status “almost” disana-sini (hehehe almost go on atau almost cut off, belum ketauan yang mana yang dipilih). Sama. Sama-sama belum jelas status. yaelahh status hubungan dengan “pacar” lah hay.. apalagi??
Masalah datang dari mana-mana jua. Hambatan mengintai setiap hari dalam setiap langkah, bikin terpeleset. Bikin tersandung kemudian jatuh terjerembab. Dalam hati pengennya sih hati-hati, cuma ya itulah, faktor dari luar. Justru yang tersulit untuk diatasi.
Membuat saya dan juga dia (dengan masalah masing-masing, tentu saja) tidak bisa.. hmmm apa ya istilahnya.. hmmm.. tidak bisa meletakkan kedua tangan pada tangan pasangan (masing-masing) untuk saling menggenggam erat satu sama lain. Sebagai wujud tanggung jawab dan keyakinan bahwa “we can face the next (biggest) step”. Tidak bisa.. Bukan dikarenakan masalah ketakutan pada komitmen atau apapun. Namun masalah dan hambatan timbul dari lingkungan (terdekat). Ahhh..
Dalam hati, saya tahu.. hubungan yang saya jalani itu semu, bahkan sedari awalnya memang sudah begitu.. seharusnya saya memilih “Imam” dan bukan yang lainnya. Meskipun dia memang lelaki yang sangat memegang teguh Imannya. Hanya sajaaa.. ahh sudahlah..
Sedangkan teman saya tadi, memiliki hubungan yang begitu nyata. nyaris bebas hambatan. eh.. eh.. tetapi, tetep loh.. satu hal membuatnya terdiam ditempat. tidak bisa bergerak, maju ataupun mundur, keduanya beresiko.
Maka akhirnya kami pun berkesimpulan, we have to end the trouble. Kami ingin memiliki status “in a relationship” yang sangat jelas. Bisa meletakkan kedua tangan kami ke tangan pasangan kami dengan nyaman dan pas (lahir & bathin). Asyiiikkk cari pacar baru ahhh.. *wink-wink*
So, anyone! Join Us??

when the bird and fish fall in love each other

Posted by: ryane   
August 8th,
2006
Pernahkah terbayangkan bagaimana jika seekor burung dan seekor ikan saling memendam rasa? Bahkan saling jatuh cinta? (burung yang aneh atau ikan yang aneh)

Kapan dong bisa terbang bersama? Atau kapan yah bisa berenang dan menyelam bersama?

Si Burung hanya bisa terbang rendah mendekati si ikan, ketika ia sedang rindu (mungkin?) namun ketika si ikan yang sedang merindu kepada si burung, si ikan hanya dapat melompat kurang dari 1 meter menuju si burung.. tak tergapai toh?

Lantas bagaimana ini?

Ketika rindu didalam dada (si burung atau si ikan, sama saja) tidak terbendung lagi.

Apa harus ku hempaskan saja tubuhku ke kedalaman laut yang tak pernah ku tahu seberapa dalamnya? Bisakah aku terbang disana?

Atau..
Bisakah aku bernafas dengan insangku ini? Menghirup udara yang sama dengan mu?

Ahh.. aku benci ini..
Benci melihat wajahmu dalam beningnya air.
Benci melihat wajahmu dengan sepoinya hembusan angin.

Tapi aku jatuh cinta kepada mu..
Katakan padaku dimana kita bisa bertemu..

sayup-sayup terdengar,
…Dengarkanlah, kau tetap terindah, meski tak mungkin bersatu.
Kau selalu ada dilangkahku…
[Kali ini buat kamu, yah kamu yang berdiri dibarisan depan.. Bukan kamu yang dibarisan belakang!]

insert: hmmm.. puisi temuan Karika

Akhir-akhir ini saya bete deh. Sebenernya ada hubungan apa sih umur 25 dengan urusan kawin-kawin? (nikah -maksud saya!). Harus yah “dikawinin” kalau sudah 25? Setiap kali saya ketemu dengan orang-orang terdekat saya, pertanyaan-pertanyaan yang terlontar pastilah seputaran… ehem, bodoh kalau saya ga ngerti arah dan maksud dari pertanyaan mereka..

“Sudah nikah?”
“Kapan ngundang?”
“Udah 25 kan? Sudah pantes tuh jd manten!”
Dan saya cuma bisa nge-jawab :
“Rencana sih ada, segera deh” -halahhh jawaban basi pan?

Gak usah lah ngomongin kawin (pdkt aja duluuuu!), calon aja, saya belom nemu. Kandidat sih ada banyak, cuma banyakan cocok menjadi pacar bahkan cuma teman dekat.. Lah, suami? saya ga yakin udah ketemu. He’eh saya kan (jiye.. jiye..) masih percaya, pernikahan = cinta ;)

“Don’t let marriage be your social alibi, do it out of love”

Ada yang bilang saya -commitment phobia, tapi saya merasa tidak tuhh.. Saya terlalu mandiri? not really juga, bahkan sampe ada yang (berani-beraninya!) becanda-sinting-menyebalkan!

Menjadi 25 dan single, saya rasa bukan masalah kan? Lah terus kenapa lantas menjadi masalah buat orang lain yang repot-repot (Thanks, anyway! but i’m bored!) menjadi wedding reminder alarm ya? tik.. tik.. tik.. kringgggggggggggg!!

Semakin saya mengelak dengan sejuta alasan, semakin sejuta orang yang nanya-nanya! Hhhh :(

bioskop = terminal ?

Posted by: ryane   
July 31st,
2006
Saya seringkali dibuat heran dan ternganga dengan tingkah polah beberapa orang disekeliling saya. But thanks God I don’t even know their name. Hhhh…
Mengapa?
Karena eh karena, ada banyak orang yang masih saja tidak memahami dan mengetahui adanya korelasi antara situasi dan kondisi yang sedang mereka hadapi dengan tingkah laku yang sesuai.
Percaya atau tidak, ketika saya dan seorang teman sedang menonton film di bioskop kesayangan, yang seharusnya dapat dinikmati dengan tenang dan nyaman, alih-alih suasana yang saya dapat adalah suasana seperti saat saya sedang berada disalah satu terminal paling crowded di jakarta. Mengapa demikian?
Ok! Here the story goes..
Dibelakang kursi saya, beberapa anak kecil menangis –wajar? Ya iyalah wajar, dengan dalih “namanya juga anak-anak” kan? Namun apakah wajar, ketika si-anak sedang menangis tetapi si-ibu dengan wajah seolah jatuh cinta setengah mati pada aksi si-ganteng Brandon Routh ;) , diam saja bahkan menunjukkan wajah seolah berkata “masa-bodo-ahh-ntar-juga-capek-sendiri” (saya sempat beberapa kali menoleh kebelakang loh), tak cukup hanya menangis dan menjerit-jerit, si-anak pun mulai menendang kursi yang ada didepannya (upss.. ternyata kursi saya!), merasa tidak diperhatikan juga, aksi anarkis pun tidak dapat dihindari, si-anak sekarang lebih senang menarik-narik rambut saya.. Ughh.. ampunnn.. orang tua seperti apa sih yg mereka punya?. Lalu disebelah kanan saya, ada 2 ABG (yang rambutnya minta dijambak! Saking bikin keselnya!) yang doyan banget cekikikan plus-plus dengan silau cahaya lampu nuansa biru dan hijau (eh btw, masih musim ya???) refleksi dari ponsel mereka, yang sumpah! ganggu banget (mungkin dipikirnya cuma mereka aja yang punya ponsel kali ya?! Pliiisss deh) saking keselnya saya tegur aja “Hei, kamu!! mau nonton atau mau nelepun-nelepun genit? hah?? pilih!! didalam atau diluar??” setelahnya mereka diem, dan ga berani lagi ngeluarin ponsel-nya. Tetapi… tiba2 dr samping kiri terdengar bunyi ringtone sekencang volume 5 nokia, yang disertai suara lelaki berhalo-halo, yang tak lama kemudian disusul dengan suara tawa pengganggu gendang telinga, aduh coba deh, norak bgt kan?!
Namun ternyata penyiksaan tidak berakhir sampai disini, dikursi bagian depan tiba-tiba seorang mbak-mbak berdiri, lalu mengobrol dengan santai bersama temannya yang duduk diseberang kursinya. Yaaa ampun!! Sebenernya saya lagi dimana ini???!!
Tidak bolehkah saya duduk tenang dan menikmati film yang sedang diputar dilayar itu??
Saya jadi teringat, sama seperti cerita seorang teman, seorang air crew disebuah maskapai penerbangan, dia menegur seorang pria yg sedang terlibat pembicaraan seru dengan ponselnya padahal saat itu, pesawat telah siap untuk lepas landas, tidakkah dia menyadari adanya bahaya dari perilakunya itu? Bukan saja membahayakan dirinya sendiri, tetapi dia membahayakan seluruh penumpang pesawat tersebut.
Dilain situasi, ketika Presiden RI sedang menyampaikan pidatonya, tiba2 terdengar.. “…sebagai kenangan yang terindahh..” nah loh.. padahal diawal acara, MC sudah mengingatkan agar seluruh ponsel segera di non-aktif-kan, supaya acara dapat berlangsung dengan khidmat.
Teman, cobalah lebih bertoleransi dengan lingkungan sekitar.. Sesuaikan situasi dan kondisi dengan tingkah laku kita. Ok?
[umpatan yang saya paksa keluar, ketika menonton SUPERMAN RETURN -put, u know batam-depok, beda tipis lah 11-12 :p. Twenty-One Batam, studio 1 - 7E, Jum'at 28 juli 2006 pukul 15.00-17.30, yang nonton satu layar dengan saya, dan merasa tersinggung, yah silahkan.. tapi kemudian: tolong dong perbaiki sikap yah]

j-e-n-u-h

Posted by: ryane   
July 17th,
2006

Adjective
Saturated

(source: http://en.wiktionary.org/wiki/saturated)

  • full; unable to hold or contain any more.
  • soaked or drenched with moisture.
  • (of a solution) containing all the solute that can normally be dissolved at a given temperature.
  • (chemistry) having all available valence bonds filled; especially of any organic compound containing only single bonds between carbon atoms.
  • Yang saya takutkan terjadi, meski datang-nya tidak mendadak, tidak dengan tiba-tiba -malahan datang dengan tanda, ahhh.. tidak seperti serangan jantung ya? meskipun hasilnya kemudian justru mengakibatkan serangan jantung.

    Saya lelah,
    Saya bosan.
    Kemana perginya chemistry itu?
    Mengapa “ia” tidak lagi berada ditempatnya?
    Apakah “ia” pergi hanya untuk sementara? untuk mencari-cari sedikit degupan hebat?
    Kapan “ia” kembali?
    Akankah “ia” kembali dengan bentuk serupa yang pernah ada atau dengan wujud yang sama sekali berbeda?
    Seperti apakah “ia” nanti?

    Tunggu. Tunggulah sampai nanti. “dia” tau kapan “ia” harus kembali. (atau.. haruskah “ia” tidak usah kembali saja?)

    ahh sudahlah.. yang mana baik-nya saja..